Pengalaman Mendaftar Kuliah Ketika Sudah di Jepang (S2 Bisnis kelas berbahasa Inggris di Tokyo)

by - April 08, 2020


Saat ini aku akan bercerita hal yang mungkin jarang ditanyakan orang Indonesia, karena pasti kebanyakan mereka yang mau kuliah di Jepang atau negara lain akan mendaftar lewat Indonesia. Hal inilah yang membuat aku kesulitan ketika harus mendaftar kuliah ketika aku sudah di Jepang, tapi belum pernah ada yang membagikan pengalamannya.

Singkat cerita, aku berada di Jepang karena aku ikut suamiku yang bekerja disini, alias aku pakai visa dependen. Karena aku memang ingin melanjutkan S2, mau tidak mau aku harus  mendaftar kuliah S2 ketika aku sudah tiba disini.

Sebagai warga Indonesia, tentu saja ada beberapa permintaan yang aku inginkan untuk kuliah disini:
  1. Aku ingin berkuliah dengan mendapatkan beasiswa
  2. Aku ingin berkuliah di kelas yang pengantarnya menggunakan Bahasa Inggris
  3. Aku tetap ingin berkuliah di bidang yang aku ingin pelajari, dimana 2 syarat di atas terpenuhi

Tidak banyak inginku, tapi ternyata sulit sekali mendapatkannya.

Jangan bicara keinginanku nomor satu, yang ingin mendapatkan beasiswa. Untuk mendapatkan tempat kuliah sesuai jurusan yang aku inginkan di kelas Bahasa Inggris tidak mudah ternyata. Apalagi aku berasal dari sarjana di jurusan akuntansi di Indonesia, aku ingin sekali bisa melanjutkan S2 di akuntansi lagi sebenarnya.

Jadi, aku ingin kuliah S2 Akuntansi di Jepang, tapi Bahasa pengantar di kelasnya Bahasa Inggris, dan biaya kuliahku ditanggung beasiswa.

Untuk mendapatkannya, berikut aku ceritakan langkah-langkahku:

Mencari Kuliah Jurusan Akuntansi dengan Kelas Bahasa Inggris
Aku pikir awalnya itu sulit, tapi ternyata JASSO (Japan Student Services Organization) memiliki daftar kampus di Jepang yang menawarkan kelas dalam Bahasa Inggris.
Berikut tautan daftarnya: 


Dari situlah, aku sangat terbantu untuk menemukan kampus mana dengan jurusan yang aku inginkan dan menawarkan kelas dalam Bahasa Inggris.

Aku pun akhirnya menemukan fakta bahwa tidak ada jurusan yang khusus accounting di Jepang menggunakan Bahasa Inggris untuk level master degree. Terkejut banget sih. Kalau posisi di Indonesia, tentu mungkin seharusnya aku tidak memilih Jepang sebagai tujuan studi ku. Namun ibaratnya, aku tinggal di Jepang, dan aku mau kuliah dekat rumah.

Aku pun akhirnya membelokkan keinginanku untuk ambil business, tapi aku tidak mau ambil MBA. Alasannya tidak perlu aku ceritakan disini lah ya. Singkat cerita, aku mengunjungi satu per satu kampus yang menawarkan kelas Bahasa Inggris itu. Aku sortir satu per satu, berdasarkan lokasi, karena aku hanya ingin kuliah dekat rumah, alias Tokyo.

Dari situ, menemukan hanya 2 kampus yang menawarkan kuliah bisnis non-MBA di Tokyo, yaitu Finance, Waseda University dan International Business, Rikkyo University.

Kalau dilihat-lihat jelas lebih menarik Finance di Waseda University. Secara jurusan mepet ke akuntansi, dan Waseda University adalah kampus swasta terbaik di Jepang. Tapi eh tapi, Waseda University adalah kampus termahal di Jepang. Aku percaya pasti ada beasiswa, tapi aku berpikir logis kalau aku tidak dapat beasiswa, mau kemana lah aku ini. Mau tidak mau harus biaya awal semester, dan angkanya sangat fantastis. Kasihan lah suamiku.

Jadi biaya kuliah satu tahun di Finance Waseda University itu 1.800.000 yen, sedangkan di Rikkyo University hanya 900.000 yen. Ya sudah, aku pun merasa Rikkyo University lah pilihan terbaikku.

Mencari Informasi Beasiswa di Kampus yang Sudah Aku Pilih
Berkaitan dengan hal ini, aku ceritakan terpisah ya di

Pengalaman Mendaftar Beasiswa Ketika Sudah di Jepang

Sekian ceritaku tentang mendaftar kuliah ketika sudah tiba di Jepang. Semoga bermanfaat.

Salam,
Sintia

Untuk materi ini, aku juga membahasnya di video youtube aku. Kunjungi yaa...


You May Also Like

0 comments

Instagram