Menjadi Ambassador Indonesia

by - December 16, 2018


“Orang-orang Indonesia itu lebih periang dari orang Jepang ya”

“Memang kamu kenal berapa banyak orang Indonesia?”, tanyaku

“Cuma kamu sih”, dia tertawa

Sebuah percakapan singkat yang aku alami beberapa hari lalu dengan temanku, seorang warga negara Jepang, di jalanan Shibuya yang ramai. Sebuah pernyataan singkat, namun pernyataan dari dia membuatku merasa:

“Aku seorang ambassador negara Indonesia di negeri Sakura ini”

***

Dari salah satu platform, aku dipertemukan dengan beberapa teman warga negara Jepang di Tokyo. Maklumlah aku yang belum berkuliah disini, masih belum memiliki teman untuk diajak berbicara. Disitulah aku mencari cara dengan mencoba untuk menawarkan diri mengajarkan Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia kepada orang Jepang yang mau belajar. Sebagai gantinya, mereka menjadi wadah untuk aku praktik berbicara bahasa Jepang dengan native langsung.

Kebanyakan dari mereka menjadikanku sebagai teman Indonesia pertamanya. Berawal dari yang tidak tahu Indonesia itu dimana, menganggap pulau Bali yang terkenal itu bukan bagian Indonesia, dan mengira Indonesia itu sama dengan Indo (Bahasa Jepang dari India).

Tentu saja dengan demikian aku mengenalkan negaraku kepada mereka. Menceritakan bahwa Bali yang terkenal di kalangan orang Jepang itu adalah bagian dari Indonesia. Akhirnya mereka pun mencari di google tentang Indonesia, bahkan mencari tentang Malang, tempat aku dilahirkan. Mereka mengirimkan hasil screenshot atas pencariannya, dan akhirnya mereka mengetahui apa dan dimana Indonesia.



Dari hasil ceritaku, aku pernah membuat seorang teman Jepangku datang ke Malang dalam kunjungannya ke Indonesia. Kebetulan aku sedang pulang ke Indonesia ketika dia telah merencanakan untuk pergi. Untuk pertama kalinya, aku menjadi guide di daerahku. Menjelaskan hal-hal kecil sejak dia turun dari Bandara Abdul Rahman Saleh Malang. Untuk pertama kalinya pula, rumahku kedatangan tamu dari luar negeri. Semua hal yang terjadi pada hari itu benar-benar membuat dia mengetahui tentang Indonesia, khususnya Malang, dari aku. Ya aku sumber pertamanya. Namun aku masih berhutang padanya karena aku belum bisa menceritakan sejarah coban rondo ketika kami mengunjungi tempat tersebut.

***



Mungkin ini rasanya jadi seorang ambassador, yang  tujuannya mengenalkan sesuatu kepada orang lain. Kali ini aku menjadi ambassador untuk negara dan daerahku, mengenalkan kepada orang lain tentang apa yang telah aku ketahui selama 20 tahun hidup di Indonesia.

Namun seorang ambassador tidak semudah itu yang hanya menjawab pertanyaan sederhana tentang dimana letak Indonesia dan bagaimana rasanya hidup di negara tropis. Lebih dari itu, sikap dalam menghadapi orang asing tentu saja sangat diperhatikan. Misalnya kalau aku sering telat ketika janjian dengan mereka, pasti mereka akan menganggap kalau orang Indonesia tidak disiplin. Dibalik sebenarnya memang orang Indonesia sering tidak tepat waktu, untungnya sih aku tidak pernah melakukan itu. Anggapan mereka pasti orang Indonesia sama seperti orang Jepang yang disiplin hehe

Begitupun dengan kejadian yang menimpaku beberapa saat lalu, ketika teman Jepangku ingin bisa menjadi periang seperti orang Indonesia. Dia merasa orang Indonesia lebih bahagia dari orang Jepang. Sejauh ini 3 orang yang berbeda mengatakan hal tersebut padaku, alasannya karena aku selalu tersenyum dan mudah tertawa ketika diajak berbicara. Mereka pun jadi ingin berteman dengan orang Indonesia lebih banyak lagi.

Selain periang, aku juga pernah dikomentari kalau orang Indonesia itu ternyata colourful ya. Suatu pertanyaan aneh, namun dia berkata seperti itu karena aku suka menggunakan pakaian yang berwarna cerah setiap bertemu dengannya. Hari ini kuning, minggu depan pink, minggu depannya lagi warna pastel cantik yang aku punya, terutama aku suka pakai baju warna pink. Ya memang itu aku sih. Namun dia selalu menganggapku yang satu orang ini adalah representasi dari 240 juta orang warga negara Indonesia lainnya. Kan serem heu.

Ya inilah salah satu tugas para diaspora Indonesia di seluruh dunia, memilih atau tidak, semua orang Indonesia yang hidup di negara lain pasti memiliki jabatan ambassador yang melekat. Apalagi kalau wajahnya Indonesia banget, sungguh otomatis apa yang dia lakukan akan berkaitan dengan negara asalnya apalagi kalau hal jelek yang dilakukan hehe.

Sebenarnya ini hanya sedikit cerita kecilku selama aku disini. Jujur lebih sulit lagi bagi aku pribadi yang pakai hijab. Tidak perlu aku berkata, sudah pasti mereka tahu kalau aku Muslim. Jauh lebih banyak lagi cerita yang unik dari penampilanku yang mengindikasikan langsung aku beragama apa di negara yang tak mengenal agama ini. Semoga ada mood lah ya cerita tentang ini hehe.

Dari Tokyo,
Sintia

You May Also Like

0 comments

Instagram